| |
|
USANA and TOSH bekerjasama pada kajian baru tentang vitamin
 Dapatkah Vitamin D mengurangi kelemahan otot pada orang dewasa yang sehat dan aktif? Peran apa yang dimainkan oleh vitamin C dalam pemulihan cedera lutut? Bisakah suplemen vitamin sederhana membantu tubuh dengan rasa sakit dan kekakuan karena latihan yang giat dan apakah vitamin secara masing-masing meningkatkan penyembuhan setelah operasi? Para ilmuwan dari perusahaan jaringan "USANA Health Sciences" dan peneliti dari TOSH (The orthopedic Specialty Hospital), sebuah klinik khusus untuk ortopedi di negara bagian A.S Utah, yang mencoba untuk menjawab dengan tepat pertanyaan-pertanyaan ini dengan berbagai kajian.
Dalam studi pertama, Tyler Barker Ph, seorang fisiologi di TOSH, dan Brian Dixon PhD, Peneliti dari USANA, mencoba untuk menentukan apakah vitamin D dapat mengurangi kelemahan otot setelah pelatihan atletik yang mempunyai dampak tinggi. Vitamin D dikenal untuk mencegah atau mengurangi penyakit jantung, dan yang paling utama, jantung adalah salah satu otot yang besar. "Kesimpulan di sini adalah bahwa vitamin D dapat membantu untuk mempersingkat waktu pemulihan dengan meminimalkan pelemahan otot", jelas Dr Barker: "Itu bisa berarti perbedaan yang signifikan dalam kinerja perorangan dan membantu mencegah beberapa efek yang tidak menyenangkan setelah olah raga berdampak tinggi atau olah raga tidak biasa. Sebagai tambahan, hal tersebut menciptakan dasar untuk studi di masa depan pada tingkat molekuler dan seluler”.
Dr. Barker mengklasifikasikan peserta penelitian sebagai "pejuang akhir pekan", yang berusia antara 18 dan 45 tahun dan sampai dengan saat sekarang ini belum mengkonsumsi suplemen vitamin apapun. Para atlet secara acak dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok menerima plasebo. Kelompok kedua menerima 200 IU dan kelompok ketiga menerima 4000 IU (satuan internasional) vitamin D yang diformulasikan khusus sebagai suplemen gizi. Para peserta memberikan sampel darah dan kekuatan otot mereka diukur, setiap kali sebelum dan setelah latihan yang intens. Para ilmuwan hanya menguji para peserta selama bulan-bulan musim dingin ketika tingkat vitamin D pada tubuh mereka berada pada tingkat terendah. Penelitian ini dimulai pada musim dingin yang telah lalu dan diharapkan akan terus berlangsung untuk dua sampai tiga tahun tambahan kedepan.
Studi yang kedua yang melibatkan pasien dari TOSH yang menderita cedera padaligamen anterior cruciatum. Para ilmuwan berharap bahwa penelitian ini akan membantu mereka menemukan pengganti pendekatan terapi untuk meningkatkan kekuatan musclular setelah dilakukan operasi. "Seperti yang diterbitkan dalam “Radikal bebas Biologi dan Obat-obatan”, kita menemukan sebuah hubungan antara konsentrasi asam plasma askorbat sebelum operasi dan kekuatan otot yang di dapatkan setelah operasi”, Dr Barker mengatakan: "Terutama pasien dengan tingkat vitamin C yang lebih tinggi sebelum operasi menunjukkan proses pemulihan yang lebih baik ".
Menurut dari "Institut Kesehatan Nasional" tubuh manusia membutuhkan vitamin C dengan tujuan untuk memproduksi kolagen yang digunakan tubuh untuk meregenerasi kulit, bekas luka, tendon, ligamen dan pembuluh darah. Mendukung penyembuhan luka dan memelihara jaringan tulang rawan, tulang dan gigi. Vitamin C dan E, termasuk antioksidan yang dapat memperlambat proses penuaan dan membantu menghilangkan radikal bebas. Dr. Barker percaya bahwa menurunkan tekanan oksidatif dan menyeimbangkan tingkat vitamin C dan E yang memadai dapat meningkatkan kemungkinan pemulihan setelah operasi ligamen cruciatum. Kapan USANA akan meluncurkan sebuah produk suplemen gizi untuk para atlet dan orang-orang yang memiliki latihan fisik yang berdampak tinggi, beritanya masih ada di udara.
|
|
|